Sejarah


Perubahan kehidupan masyarakat yang sedemikian cepat menyebabkan kebijakan program pendidikan Nasional senantiasa berfluktuasi mengikutinya. Oleh sebab itu kurikulum yang coba dikembangkan Perguruan Tinggi diusahakan mengedepankan kurikulum yang berbasis kompetetif. Artinya, keberadaan perguruan tinggi sebagai mitra penyedia tenaga-tenaga terampil bukan sekedar menghasilkan sarjana pengangguran, tetapi bagaimana dengan ilmu dan keahlian yang diperoleh selama mengikuti pendidikan di perguruan tinggi mampu diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, secara cerdas dan kreatif. Hal dasar yang menjadi kerangka acuan adalah relevansi program studi yang dikembangkan pada Perguruan Tinggi dengan ketersediaan lapangan kerja; yang lebih utama justru bagaimana kreatifitas lulusan perguruan tinggi mampu menciptakan lapangan kerja baru secara mandiri. Oleh sebab itu orientasi pembukaan sebuah Jurusan/Program studi benar-benar mendasarkan kepada studi kelayakan untuk keberlangsungan jurusan/program studi tersebut. Satu sisi pembukaan jurusan/program studi tersebut tidak menambah beban dengan menghasilkan sarjana-sarjana penganggur, disisi yang lain justru dengan pembukaan jurusan/program studi baru ini menjadi solusi dengan lahimya sarjana-sarjana yang berqualified dan siap berkompetisi di dunia kerja, atau bahkan mampu membuka lapangan kerja baru dengan bekal keahlian sesuai dengan disiplin ilmunya.
Dasar berpikir inilah yang dijadikan kerangka acuan bagi Universitas Muhammadiyah Bengkulu dalam menentukan kebiiakan untuk membuka Program Studi baru Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Keperawatan jenjang Strata satu (S-1) dibawah payung Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu (FIKes UMB).
Secara Yuridis, keberadaan program studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) ditetapkan melalui surat Direktur Jendral Pendidikan Tinggi : 1) Nomor 3060/D/T/2004 Tanggal 9 Agustus 2004, 2) Nomor 4431/D/T/2006 tanggal 29 Nopember 2006. Pengakuan terhadap status akreditasi sudah diperoleh. Untuk program studi sarjana kesehatan masyarakat berdasarkan keputusan LAM-PTKes (Decree) No. : 0609/LAM-PTKes/Akr/Sar/V/2016 dengan peringkat Baik (B). Sedangkan untuk program studi Ilmu Keperawatan ditetapkan melalui surat Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 3751/D/T/2006 tanggal 28 September 2006. Pengakuan terhadap status akreditasi sudah diperoleh. Program studi Ilmu Keperawatan berdasarkan keputusan LAM-PTKes (Decree) No. : 0826/LAM-PTKes/Akr/Sar/X/2016 dengan peringkat Baik (B) dan Program studi profesi Ners berdasarkan keputusan LAM-PTKes (Decree) No. : 0827/LAM-PTKes/Akr/Pro/X/2016 dengan peringkat Baik (B). Pengembangan kedua program studi tersebut dimaksudkan untuk menjawab tantangan sebagaimana diungkapkan di atas, yaitu program yang prospektif dalam hal peminat dan dalam hal relevansi dengan ketersediaan dunia keija. Sehingga dapat dihindari penumpukan output yang tidak mampu terserap dalam dunia kerja, sementara kemampuan yang terbatas menjadikannya ketidakmampuan mernbuka lapangan kerja baru. Dua hal dasar inilah yang menjadi kerangka acuan bagi Universitas Muhammadiyah Bengkulu menetapkan pembukaan dua program studi baru tersebut yang secara faktual berdasarkan survei lapangan merupakan jurusan/program studi yang prospektif dan marketable.
Pada tataran lain komitmen Universitas Muhammadiyah Bengkulu menetapkan pembukaan dan pengembangan penyelenggaraan Fakultas Ilmu Kesehatan dengan jurusan/program studi tersebut didasarkan pada kerangka ideal dan cita-cita didirikannya Universitas Muhammadiyah Bengkulu, tentunya kesadaran akan tugas dan tanggung jawab kita terhadap peningkatan kualitas akademik akan semakin tinggi. Hal ini mengingat hahwa kita tidak hanya sekedar berkewajiban untuk meningkatkan kualitas keilmuan semata, melainkan yang tak kalah pentingnya adalah peningkatan kualitas tersebut disertai dengan moralitas dan perilaku, serta visi keagamaan dalam setiap pengembangan keilmuan sebagai realisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Di samping itu keberadaan pengembangan Fakultas llmu Kesehatan tentunya tidak mungkin dapat dilepaskan dari upaya penciptaan lingkungan akademik yang bervariatif atas dasar keilmuan dan bervisi ke-Islam-an yang menjadi dasar filosofi pengembangan kualitas akademik Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Hal tersebut jelas merupakan satu fondamen yang harus di pegang dan dikembangkan oleh semua civitas akademika Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu, karena ciri khas inilah yang sebenarnya merupakan idealisme, karakteristik dan pembeda antara Universitas Muhammadiyah Bengkulu dengan Perguruan Tinggi lainnya. Universitas Muhammadiyah Bengkulu tidak saja bertujuan untuk membentuk sarjana muslim, melainkan bertujuan juga untuk mampu mencuatkan kekuatan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bervisi dan berdimensi keislaman yang didukung oleh para intelektual muslim yang berkualitas, berdedikasi, dan mempunyai integritas tinggi.
Karena itu, filosofi pengembangan tidak hanya didasarkan pada pengembangan kerangka pikir semata, melainkan juga moralitas dan mentalitas keagamaan. Dengan kata lain, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu Mampu berperan sebagai pusat pengembangan ilmu-ilmu bervisi Islami.